Jumat, 29 Desember 2017

Piagam Gumi Sasak

Piagam Gumi Sasak


Sumber : dari Hasil Wawancara bersama Drs.H.Lalu Agus Faturrahman.

Berikut Isi dari Piagam Gumi Sasak dan Kalendar Rowot sasak.






Piagam Gumi Sasak merupakan sebuah dokumen yang berisi kesepakatan bersama dari beberapa intelektual melalui diskusi panjang untuk membangun dan menegakkan kebudayaan sasak berdasarkan landasan yang sebenarnya. Dalam diskusi panjang tersebut. Terjadi berbagai bentuk kajian. Dokumen kesepakatan tidak muncul begitu saja, tetapi dilakukan berbagai macam kajian bersama dosen-dosen FKIP Universitas Mataram. Ini menjadi tonggak awal lahirnya Piagam Gumi Sasak.
Setelah perjalanan panjang. Tanggal 17 agustus 2015 diadakan acara launching buku karya Drs.H.Lalu Agus Faturrahman yaitu "Arsitektur Sasak" . Buku itu menjadi awal kesadaran bahwa sasak memiliki ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi.
Tahun 2014 beberapa Dosen FKIP Universitas Mataram sudah menemukan monumen peradaban yaitu Kajian astronomi tradisi yang melahirkan sistem penanggalan sasak. Penggalan sasak di kenal dengan nama Kalendar Rowot sasak. Akan tetapi di dalam kalendar belum ditemukan Titik nol . Sehingga belum ditentukan sekarang ini tahun berapa. Dan ini masih dalam tahap kajian. Namun, sudah ditemukan satu tahapan peradaban yaitu " Penelitian arsitektur dan Usia Arsitektur Lumbung. Usianya 3.500 sebelum masehi.
Pada bulan Agustus. Sebelum menjadi nama Piagam Gumi sasak , Drs.H.Lalu Agus Faturrahman memberikan nama Manifesto kebudayaan. Kemudian di adakan diskusi panjang yang di hadiri oleh Dosen FKIP unram diantaranya Bapak Agus faturrahman, Bapak Fadjri yang merupakan Dosen Bahasa inggris dan satu-satunya dosen sejarah yang dimiliki oleh daerah NTB, ada juga Bapak Sudirman, beliau merupakan dosen PGSD di FKIP, selain itu juga di hadiri oleh bapak Murahim dan Bapak Syahrul Qodri. Kemudian nama manifesto kebudayaan diganti dengan nama Piagam Gumi sasak.
Pada 26 Desember 2015 naskah Piagam Gumi Sasak Dibacakan Untuk pertama kalinya dalam acara peluncuran kalendar Rowot sasak.
Pembacaan Piagam Gumi sasak oleh Bapak Fadjri yang dihadiri oleh majelis adat sasak yang sebagian ikut menandatangani Piagam Gumi Sasak. Salah satunya Bapak Azhar yang merupakan pemban adat Piagam Gumi Sasak yang dipanuti dan disepakati sebagai Orang tua disasak. Ada juga bapak Lalu Bayu Windia, seorang ketua harian majelis adat sasak, ada Bapak Ahyar Abduh selaku walikota mataram, ada dosen FKIP yaitu Bapak Husni Muas, Bapak Sudirman, Bapak Fadjri, dan Ust. Muhib Ellevaqi, Bapak Agus Faturrahman dan advokat Munzirin.
Keberadaan Piagam ini sudah menjadi milik sasak karena sudah diangkat oleh majelis adat sasak dan dijadikan pembukaan pada anggaran dasar mejelis adat sasak dan ini akan difatwakan ketika pengukuhan majelis adat sasak pada periode 2017.
Dalam sebuah Pertemuan dan diskusi panjang, didapatkan kesepakatan Bahwa Piagam Gumi Sasak akan Dibacakan Setiap Tahun.

17 komentar:

  1. menarik sekali..artikel ini bisa membangkitkan kesadaran bangsa sasak akan kebudayaan

    BalasHapus
  2. komen balik ...uswatunmukhtar.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Mnurut pnulis Dengan adanya piagam gumi sasak, apkah tradisi sasak sdah dirasakan terlindungi dan apkah sdah terealisasikan?

    BalasHapus
  4. Semagat untuk penerus generasi✊✊

    BalasHapus
  5. luar biasa dan cukup menambah wawasan.
    terus kembangkan dan pertahankan karena kita generasi penerus bangsa sasak.
    gumi paer tercinta..

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat bagus dan menarik bagi saya.terima kasih

    BalasHapus
  7. Keren dan sekarang jadi jauh lebih tahu.
    Terimakasih unt ilmunya.

    BalasHapus
  8. Sungguh semangat yg luar biasaaπŸ˜―πŸ˜―πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  9. Sungguh semangat yg luar biasaaπŸ˜―πŸ˜―πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  10. semoga dengan adanya piagam gumi sasak ini bisa menyadakan masyarakat sasak untuk tetap melestarikan kebudayaannya.

    BalasHapus
  11. Piagam Gumi Sasak, langkah awal menuju peradaban, mengembalikan nilai, dan jati diri gumi paer Sasak yang terenggut.

    BalasHapus
  12. Sangat bermanfaat memang piagam gumi sasak ini. Baru sya tau ada peresmian semacam ini demi kebudayaan dan tanah sasak. Sudahkah bermanfaat juga dirasakan oleh generasi muda saat ini atau justru masih diabaikan?

    BalasHapus
  13. Semoga dengan adanya piaga ini. Nilai keluhuran Sasak yang telah hilang akan kembali keasliannya

    BalasHapus